Laman

Selasa, 05 April 2011

Makalah Keterampilan Dasar Komunikasi dalam Konseling


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Sebagai seorang calon konselor, kita harus mengetahui keterampilan-keterampilan dasar konseling.  Salah satu yang paling penting adalah keterampilan dasar berkomunikasi dengan konselee.  Untuk menciptakan suasana konseling yang nyaman, seorang konselor harus menguasai keterampilan dasar berkomunikasi dalam konseling.  Hal itu dimaksudkan supaya klien merasa nyaman dan diterima, sehingga proses konseling dapat berjalan dengan lancar.  Untuk itu makalah ini disusun, untuk membantu para calon konselor mempelajari keterampilan-keterampilan dasar komunikasi konseling, supaya para calon konselor dapat mempersiapkan diri untuk menjadi konselor professional. 

B.     Rumusan Masalah
1.      Mengapa seorang konselor harus mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik?
2.      Apa saja teknik dasar komunikasi yang diperlukan dalam proses konseling?



BAB II
PEMBAHASAN


Konseling merupakan suatu proses komunikasi antara konselee dengan konselor. Di dalam proses konseling , keteramilan seorang konselor dalam merespon pernyataan-pernyataan konselee dan mengkomunikasikannya kembali sangat diperlukan. Agar proses komunikasi dimaksud dapat efektif dan efisien, maka konselor seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi. Di dalam komunikasi dengan konselee , konselor seharusnya menggunakan respon-reson tersebut diklasifikasikan ke dalam berbagai teknik keterampilan dasar komunikasi . Tampaknya tidak cukp bagi konselor dengan menguasai keterampilan komunikasi saja, tetapi perlu juga menguasai strategi intervensi sebagai teknik khusus mendukung pencapaian pengubahan perasaan, wawasan, pola pikir rasional, dan tindakan konselee yang dibantu dengan ancangan konseling tertentu.
Tampaknya tidak cukup bagi konselor jika hanya menguasai keterampilan dasar konseling saja. Berikut ini penulis memaparkan keterampilan komunikasi dalam melaksanakan konseling. Penguasaan keterampilan komunikasi perlu agar mendukung pencapaian pengubahan perasaan, wawasan, pola pikir rasional, dan tindakan konselee yang dibantu dengan ancangan konseling tertentu.
Teknik dasar komunikasi yang diperlukan dalam proses konseling digolongkan menjadi beberapa teknik dasar, diantaranya yaitu:
1.   Pembukaan
a.    Pengertian
Opening (pembukaan) merupakan teknik untuk membuka atau memulai wawancara konseling atau hubungan konseling.
b.   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembukaan antara lain adalah:
(i) Penghormatan
(ii) Penyambutan
Verbal : memberi atau menjawab salam, menyebut nama konselee
(apabila sudah kenal) mempersilahkan duduk
Non verbal: segera buka pintu, jabat tangan, senyum ceria, mengiringi atau
mendampingi konselee menuju tempat duduk , menempatkan dan mempersilahkan konselee untuk duduk pada kursi yang telah dipersiapkan yang lebih nyaman, dan konselor duduk setelah konselee duduk, dsb
(iii) Pembicaraan topik netral.
Topik netral adalah bahan pembicaraan yang sifatnya umum dan tidak menyinggung perasaan konselee. Bahan topik netral, antara lain kejadian-kejadian hangat, hobi, atau kebiasaan konselee, bahan-bahan atau gambar-gambar yang ada diruangan konseling, dan potensi lingkungan asal konselee.
(iv) Pemindahan topik netral ke permulaan konselingmemasuksi konseling
Cara: menggunakan kalimat jembatan
Contoh: “setelah pembicaraan topik netral ……(ini topk netral)……, barangkali ada sesuatu hal yang kita bicarakan bersma dalam kesempatan ini”
mengembangkan sebagian isi topik netral
Contoh: “Itu tadi prestasimu dibidang olah raga, lalu bagaimana prestasimu dalam perkuliahan”
2.   Penerimaan
a.    Pengertian
Acceptance (penerimaan) adalah teknik yang diunakan konselor untuk menunjukkan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan konselee
b.   Bentuk
Verbal
(i) Pendek : teruskan/terus. Oh..ya, lalu/kemudian, ya…ya…ya…, hem…hem
(ii) Panjang : saya memahami, saya mengerti.., saya merasakan..
Non Verbal: anggukan kepala, posisi condong ke depan, perubahan mimik, memelihara kontak mata, dsb.
Contoh:
Konselee “Bu, saya selalu kesepian sejak dinggal pacar saya”
Konselor :”Saya dapat memahami perasaanmu”.
Konseleee :”Bagaimana tidak kesepian, Bu….biasanya dia apel dua kali seminggu,
sekarang tidak lagi”
Konselor konselor mengangguk-anggukkan kepala sambil bersuara …hem … hem
……hem…”
3.   Pengulangan pernyataan
a.    Pengertian
Restatement (pengulangan kembali) adalah teknik yang digunakan konselor untuk mengulang/menyatakan kembali pernyataan konselee (sebagai atau keseluruhan) yang dianggap penting.
b.   Cara
Pengulangan harus persis sama dengan pernyataan konselee, tidak boleh menambah/menguranginya.
Intonasi konselor harus variatif dengan memperhatikan pernyataan konselee
Contoh:
Konselee :”Sebetulnya saya ingin masuk jurusan akutansi, tetapi ibu tidak
menyetujui bila saya memasuki jurusan tersebut”.
Konselor :”Ibumu tidak setuju”
4.   Pemantulan perasaan
a.    Pengertian
Reflection of feeling (pemantulan perasaan) adalah teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung dalam pernyataan konselee.
b.   Bentuk
Respon konselor didahului dengan kata-kata pendahuluan, seperti : agaknya, sepertinya, tampaknya, rupa-rupanya, kedengarannya, dsb.
c.    Hal-hal yang perlu diperhatikan
Stereotype (praduga yang belum terbukti benar)
pemilihan waktu
pemilihan perasaan, dan
penggunaan bahasa
Contoh:
Konselee:”Bu, saya sudah belajar dengan giat sebelum menghadapi ujian, tetapi nilai
yang saya terima/peroleh jauh di bawah yang saya harapkan”
Konselor :”Sepertinya, Anda merasa kecewa terhadap nilai ujian yang Anda
terima/peroleh
5.   Pemantulan pengalaman
Pengertian
Reflection of experience (memantulkan pengalaman) adalah memantulkan pernyataan (expresi) konselee yang berbeda atau bertentangan.
Contoh:
Konselee: “Pada saat diskusi kelas, kelompok saya kebetulan tampil sebagai penyaji,
ketika Didik (salah seorang partisipan) bertanya, saya mencoba menjawabnya, dia malah menyangah dan menyalahkan jawaban saya. Padahal jawaban itu persis ada di dalam makalah kelompok. Karena saya emosi, saya lempar dia dengan makalah, akhirnya diskusi terhenti. Saya menyesal dan pingin minta maaf kepadanya (… tampak dia jengkel sambil mengepalkan tangan kanannya)
Konselor:”Anda menyatakan telah menyesali perbuatan itu dan akan minta maaf kepadanya, tetapi tangan dan sorot matamu membuat pernyataan yang berbeda dari yang Anda katakan”.
6.   Berbagi pengalaman
Pengertian
Sharing of experience ( membagi pengalaman ) adalah pernyataan diri konselor kepada konselee dengan mnggunakan kata “saya” untuk diri konselee.
Contoh:
Konselee: “Bu, saya mengerti mengapa saya dipanggil untuk menghadap ibu ke
mari? Ya… Saya cawu ini nilai raport saya rendah. Tiap hari saya
menangis menyesali prestasi yang saya peroleh dan tida tahu apa yang bia
saya perbuat”.
Konselor: “saya merasa sedih sekali dengan prestasi saya itu”.
7.   Memperjelas
a.    Pengertian
Clarification ( memperjelas ) ialah teknik yang digunakan mengungkapkan kembali isi pernyataan konselee dengan menggunakan kata-kata baru dan segar.
b.   Bentuk
Respon konselor didahului oleh kata – kata pendahuluan: pada dasarnya, pada pokoknya, pada intinya, singkat kata, dengan kata lain, dsb.
Contoh:
Konselor: “Saya pernah meminjamkan buku catatan matematika kepada ari, tetapi dia
tidak mengembalikannya lagi kepada saya, Ee… kemarin lusa adiknya, Ami,
mau pinjem buku matematika kepada saya. Saya tidak memberinya Bu. Dia
kan adik Ari, sudah tentu dia juga tidak akan mengembalikan buku yang
dipinjamnya itu pada saya”.
Konselor: “Dengan kata lain, anda menyamakan Ami dengan Ari”.
8.   Pengelolaan
a.    Pengertian
Structuring (pembatasan/pengaturan) adalah teknik yang diunakan konselor untuk memberikan batas–batas/pembatasan agar proses konseling berjalan pada jalan yang semestinya.
b.   Jenis – jenis structuring
Time limit ( pembatasan waktu )
Time limit dari konselee
Konselee: “Bu, sebenarnya saya sudah seminggu yang lalu ingin menemui Ibu, tetapi
baru kali ini saya dapat berjumpa dengan Ibu. Hari ini saya dapat menhadap
Ibu dari pukul 07.45 hingga pukul 08.15, karena pada pk. 08.15 nanti ada
ulangan matematika”.
Konselor: “Kalau demikian, marilah kita manfaatkan waktu selama 30 menit ini sebaik-baiknya”.

Time limit dari konselor
Konselee : “Saya sulit sekali menyesuaikan diri dengan teman-teman di sekolah ini,
karena itulah saya ke mari untuk memperbincangkan dengan Ibu”.
Konselor: : “Bagus, anda kemari untuk memperbincangkan masalah anda dengan saya, namun perlu diketahui bahwa pukul 10.00 nanti saya ada rapat dengan dewan guru dan kita hanya memiliki waktu selama 45 menit. Oleh karena itu marilah kita gunakan waktu ini sebaik-baiknya”.
Role Limit ( Pembatasan Peran )
Konselee: “Akhir-akhir ini Saya sulit sekali mengkonsentrasikan diri dalam belajar, karena itu saya menemui Ibu untuk mminta nasihat bagaimana cara belajar yang baik”.
Konselor: “Anda meminta nasihat. Perlu diketahui bahwa saya tidak memberikan nasihat sebagaimana yang anda minta, namun marilah kita bicarakan bersama masalah anda itu untuk kita cari jalan keluarnya.”
Problem Limit ( Pembatasan masalah )
Konselee: “Saya sulit sekali megikuti perkuliahan sehingga prestasi belajar saya rendah sekali, disamping itu saya kuang dapat menyesuaikan diri dengan teman-teman dikampus sehingga terisolir, dan ini lagi Bu, yang membingungkan saya, bagaimana cara mengisi liburan yang panjang nanti.”
Konselor: “Anda menghadapi tiga masalah, yaitu masalah belajar, masalah penyesuaian diri dengan teman-teman, dan masalah penisian waktu luang. Dari ketiga masalah itu, mana yang mendesak untukkita bicarakan lebih dahulu.”
Action Limit ( Pembatasan Tindakan )
Konselee: “(Datang ke ruang konseling dengan wajah merah dan tangan mengepal serta memukul-mukulkan tangannya ke meja dengan keras)”.
Konselor: “Silakan anda bebas mengutarakan apa saja disini, tetapi satu hal yang tidak boleh anda lakukan di sini, yaitu merusak peralatan ruang ini.”
9.   Pengarahan
a.    Pengertian
Lead ( pengarahan ) adalah teknik yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan dari satu hal ke hal lain secara langsung. Teknik ini sering pula disebut teknik bertanya, karena dalam penggunaannya banyak menggunakan kalimat-kalimat tanya.
b.   Jenis Lead
Lead Umum
Contoh :
Konselee: “Saya baru saja pulang dari menjenguk keluarga di Jakarta.”
Konselor: “Coba ceritakan keadaan keluarga anda.”
Lead Khusus
Contoh :
Konselee: “Kemarin saya mengerjakan PR fisika bersama dengan teman-teman.”
Konselor: “Di mana anda mengerjakan tugas tersebut?”
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Untuk menghindari model interogasi yang membosakan, maka teknik ini hendaknya
digunakan semaksimal mungkin.
Pada awal konseling sebaiknya digunakan lead umum.
10.  Diam
a. Pengertian
Silence (diam) adalah teknik yang digunakan konselor untuk mencitakan hening sejenak dalam proses wawancara konseling.
b.Tujuan
Memberi kesempatan pada konselee untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan
perasaannya atau menyusun kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya, Mendorong /memotivasi konselee mencapai tujuan konseling.
11.  Penguatan
a. Pengertian
Reassurance ( penguatan ) adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat/mendukung pernyataan positif konselee agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri, teknik ini juga dapat digunakan untuk mendorong diri konselee agar ia tabah dalam menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
b.Jenis Reassurance
Prediction Reassurance ( Penguatan Perkiraan)
Arti : Penguatan terhadap pernyataan/rencana positif yang akan dilaksanakan konselee.
Contoh :
Konselee: “Sekarang ini saya terisolir dari pergaulan karena saya angkuh terhadap teman-teman; mulai sekarang saya akan ramah pada mereka sehingga mereka dapat menerima saya.”
Konselor: “Bagus, apabila anda bersikap ramah pada teman-teman anda kemungkinan besar sedikit demi sedikit mereka akan menerima anda.”
Postdiction Reassurance ( Penguatan Posdiksi )
Arti : Penguatan konselor terhadap tingkahlaku positif yang telah dilakukan
konselee dan tampak hasinya.
Contoh :
Konselee: “Pada semester-semester yang lalu, saya mau belajar kalau ulangan saja, kalau
tidak ya nggak belajar Bu. Pokoknya santai sajalah. Dengan santai begitu nilai rapor saya jelek-jelek. Tetapi pada semester kemarin saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh secara rutin, ternyata prestasi saya naik, Bu.”
Konselor: “Bagus sekali, setelah anda berusaha belajar dengan sekuat tenaga, prestasimu menjadi lebih baik.”
12.  Penolakan
Pengertian
Rejection ( menolak ) adalah teknik yan digunakan oleh konselor melarang klie secara tersamar maupun secara langsung untuk melanjutkan rencana yang akan membahayakan atau merugikan fihak lain maupun dirinya sendiri.
Contoh
Konselee: “Setiap bulan orang tua saya mengirimkan uang Rp 40.000,00 dari dulu hingga
sekarang. Saya sudah berkali-kali minta agar jumlahnya ditambah tetapi tetap saja. Padahal kebutuhan sehari-hari sekarang kan naik Bu. Kalau bulan depan masih tetap begitu, saya akan mogok kuliah.”
Konselor: “Coba pikirkan masak-masak empat lima kali lagi, sebelum melaksanakan
rencana anda itu.”
Konselor: “Jangan anda lakukan rencana itu, karena akibatnya akan merugikan anda dan
orang tua anda.”
13.  Saran
a. Pengertian
Advice ( saran/nasihat ) adalah teknik yan digunakan konselor utuk memberikan nasihat/saran kepada konselee agar ia menjadi lebih jelas/lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan.
b.Jenis
Advice langsung: Saran/nasihat yang diberikan konselor secara langsung bilamana konselee benar-benar tidak tahu apa yang akan dikerjakan.
Contoh :
Konselee: “Bu, saya ingin sekali menjadi Tim Bola Voley tetapi saya tidak tahu
persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk itu. Apakah Ibu mengetahuinya?”
Konselor: “Kebetulan disini tidak ada informasi tentang tim tersebut dan saya sendiri tidak tahu, namun sebaiknya anda datang anda tanyakan ke Pak Ali untuk memperoleh informasi itu.”
Advice Persuasif : Saran/nasihat yang diberikan konselor bilamana konselee telah mengemukakan alasan-alasan yang logis dari rencana yang akan dilakukan.
Contoh :
Konselee: “Saya tidak kerasan tinggal di tempat kos yang sekarang, karena ramai sekali dan agak jauh dari kampus. Saya ingin pindah ke Kerta Djaya saja. Sepertinya tempa itu cocok untuk belajar dan suasananya seperti dirumah sendiri sedang yang kos hanya tiga orang saja, saya cocok disitu. Begini Bu, saya akan pindah ke tempat tersebut. Hal ini saya lakukan disamping situasinya mendukung juga orang tua saya menyetujuinya. Bagaimana menurut Ibu?”.
Konselor: “Berdasarkan alasan yang anda kemukakan, yaitu suasana tempat kos yang
akan ditempati, kecocokan anda dengan tempat tersebut, dan persetujuan orang tua anda, maka bagus sekali bila rencana itu dilaksanakan.”
Advice Alternatif : Saran/nasihat yang diberikan konselor setelah konselee menyetujui kelebihan dan kelemahan setiap alternatif.
Contoh :
Konselee: “Bu, saya disini masuk jurusan biologi, setelah dua cawu ini saya disuruh pindah oleh orang tua ke jurusan fisika, saya tidak tahu harus kemana, Bu?”
Konselor: “Baiklah, mari kita bicarakan bersama keuntungan dan kerugiannya bila anda tetap di jurusan biologi dan atau pindah di fisika, sehingga nanti bisa kita temukan pilihan yang paling mnguntungkan anda
Konselor dan konselee membahas kelebihan dan kelemahan atau faktor pendukung dan penghambat setiap pilihan, sehingga konselee mengetahui kelebihan dan kelemahan setiap pilihan tersebut.
Konselor: “Setelah anda mengetahui kelebihan dan kelemahan pilihan tersebut, maka
sebaiknya anda memilih pilihan yang paling menguntungkan bagi anda dengan segala risikonya.”
14.  Ringkasan
a. Pengertian
Summary ( kesimpulan ) adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk menyimpulkan apa yang telah dikemukakan dalam proses wawancara konseling.
b.Jenis
Kesimpulan Bagian: Kesimpulan yang dibuat setiap dari percakapan konselee dan konselor yang dianggap penting.
Bentuk kesimpulan bagian didahului dengan kata-kata pendahuluan seperti : untuk semertara ini, sampai saat ini, sejauh ini, selama ini, dsb.
Kesimpulan akhir atau keseluruhan
Kesimpulan yang dibuat pada akhir wawancara konseling sebagai kesimpulan keseluruhan pembicaraan.
Bentuk. Kesimpulan akhir didahului oleh kata-kata pendahuluan seperti : sebagai puncak pembicaraan kita, sebagai penutup pembicaraan kita, sebagai kesimpulan akhir, dari awal hingga akhir pembicaraan kita, dsb.
15.  Penutupan
a. Pengertian
Termination ( penutupan ) adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk mengakhiri wawancara konseling, baik mengakhiri untuk dilanjutkan pada pertemua berikutnya maupun mengakhiri karena wawancara konseling sudah betul-betul selesai.
b.Cara
berpedoman pada structuring ( time limit )
digunakan ringkasan akhir
mengingatkan lien akan tugas-tugas yang hendak dilakukan sebelum pertemuan yang akan datang.
memberikan tugas/PR kepada konselee.
Contoh:
Konselor: “Sekarang sudah pukul 10.00 WIB, sesuai dengan kesepakatan kita bahwa pertemuan ini hanya sampai pukul 10.00, marilah kita akhiri pertemuan ini dan kita lanjutkan lagi pada kesempatan lain”. “Akhirnya perlu saya ingatkan lagi bahwa anda akan mencoba membuat jadwal kegiatan harian di rumah, dan hal itu akan menjadi bahan pembicaraan kita minggu depan”.



BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
·         Konseling merupakan suatu proses komunikasi antara konselee dengan konselor. Di dalam proses konseling , keteramilan seorang konselor dalam merespon pernyataan-pernyataan konselee dan mengkomunikasikannya kembali sangat diperlukan.
·         Keterampilan dasar komunikasi dalam konseling terdiri dari Pembukaan, Penerimaan, Pengulangan pernyataan, Pemantulan perasaan, Pemantulan pengalaman, Berbagi pengalaman, Memperjelas, pengelolaan, pengarahan, diam, penguatan, penolakan, saran, ringkasan dan penutupan. 

B.     Saran
·         Sebelum menjadi seorang konselor, calon konselor seharusnya memahami keterampilan dasar konseling terlebih dahulu. 
·         Sebagai konselor professional, seharusnya mampu membuat konselee merasa nyaman, untuk itu haruslah mempelajari lebih dalam keterampilan dasar konseling.